Minggu, 20 November 2016

 
Kisah dan motivasi seorang Ibu Rumah Tangga yang berkarier dirumah


    Wanita kelahiran Bandar Lampung tanggal 2 Januari 1987 yang bernama Dhamar Kurniasari adalah seorang Ibu rumah tangga yang dahulu bekerja kantoran sebagai Finance and Administration Manager di Perusahaan Perdagangan Ekspor Impor. Memutuskan untuk menjadi seorang Ibu Rumah Tangga adalah hal yang tidak mudah baginya, melihat penghasilan yang sudah tetap dan cukup besar beserta previlege (hak istimewa) yang diberikan oleh atasan dan Perusahaan.

    Seiring berjalannya waktu sebagai IRT, beliau merasa bahwa kemampuannya dalam berkarya sudah lama tidak dikembangkan semenjak memutuskan menjadi IRT. Perasaan bosan, jenuh, dan putus asa mulai menemani hari-harinya. Sering ia bayangkan untuk memiliki bisnis sendiri, tapi masih jauh di angan-angan akan bisnis apakah yang akan digelutinya. Pada suatu ketika beliau bertemu dengan teman dekatnya dimasa kuliah S1 dulu di STIE Institute Perbanas, mengobrol dan berbagi cerita adalah hobinya. Temannya bercerita mengenai makeup yang baru saja ia beli dari toko online dengan merk Bourjois, dia berkata bahwa makeup yang ia beli tersebut amat sangat langka ia temukan, bahkan di Mall sekalipun selalu saja habis dilalap oleh pecinta makeup.

    Dari cerita tersebut belum terlintas ide untuk menjual makeup, namun satu hal yang ditangkap adalah masyarakat khususnya wanita di Indonesia sudah mulai terbuka oleh makeup luar negeri yang dijual secara online dengan harga fantastis.

    Akhirnya iseng2 menjalankan bisnis berjualan online (bidang makeup).

    Bisnis menurutnya tidaklah semudah yang orang bayangkan, selain modal yang cukup besar, mental yang harus kuat, dan kesabaran yang super untuk melayani pelanggan yang tidak bertatap muka. Pada dasarnya beliau senang berdagang sejak masih di bangku SMA, sehingga tidak begitu sulit untuk membangkitkan passion yang ada terutama di bidang makeup.

    Makeup yang ia jual awalnya hanya sebuah lipstick dengan merk Bourjois dari Paris yang senilai 195rb rupiah. Berawal dari Bourjois saya menuju Anastasia Beverly Hills, Chanel, Hourglass, Tom Ford, dsb yang bernilai jutaan rupiah per buah nya.

    Merupakan suatu hal yang tidak mudah untuk mencapai itu semua, karena harus ada modal yang dikeluarkan disaat kantong lagi . Pinjam orang tua adalah hal yang paling utama. Tapi dengan komitmen harus dikembalikan dalam sebulan hingga 2 bulan.

    Kenapa harus mengeluarkan modal dengan jumlah besar? Karena kita menjual barang yang harus kita import sendiri, sehingga kita butuh modal untuk mengirimnya dari negara asal ke dalam negeri.

    Awalnya cuma sekedar antar temen, karna lipstick merk borjois ini lagi hits banget. Baru sehari ngambil barang baru 3 jam langsung ludes akhirnya nekat ngambil 3 lusin dan habis dalam waktu 2hari. Temen-temen yang tadinya menjadi customer, malah jadi reseller. Sebagai penjual kita harus jujur, fast respon, kemasannya harus bagus, pengiriman cepat,ramah dgn custemer,dan harus inovatif. Oh ya kegigihan atau semangat juga perlu dan tak lupa doa.

    Kegagalan menurutnya adalah orang yang sudah menyerah , Tapi saat ini ia belum menyerah jadi beliau belum merasakan kegagalan.

    Terus rajin ikut seminar tokopedia,shopee, jadi bisa saling sharing sesama penjual,rajin cari patner suplier yang lebih murah, rajin mantengin yang lagi sale di luar negri.

    Kasih souvenir buat pelanggan senang dan jadi langganan, dan yang jelas rajin promosi.

    Jangan jadi pedagang yang males2an, harus disiplin waktu. Omset perbuan kurag lebih Rp.15.000.000,-. Awal memulai bisnis bulan Mei 2015.
Kendala bisnis online :
-        Kepercayaan antar penjual dan pembeli barang, dimana tidak semua penjual online itu penipu dan tidak juga semua pembeli online itu jujur hehe. Karena sebagai penjual onlinepun saya kerap menemui pembeli yang tidak jujur, seperti halnya ketika barang sudah diterima oleh pembeli lalu dia komplain kalau barang yang diterimanya tidak asli. Sebagai penjual, saya paham sekali barang apa yang saya jual dan saya kirim. Ketika pembeli meminta retur, yang dikirim ke saya melainkan barang orang lain.
 
Waktu akses : 20 November 2016, 19.27 WIB

Tidak ada komentar:
Write komentar